Home Jalan-Jalan, Lifestyle, Kuliner Pondok Makan Pring Wulung Pekalongan

Who's Online

We have 14 guests online

Statistics

Content View Hits : 17311

Login Form



Pondok Makan Pring Wulung Pekalongan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 21 February 2010 20:36

Menyebut nama kota Pekalongan, kita selalu akan teringat batik dengan sentra Batik Setono nya. Berbicara kuliner Pekalongan,  kita akan menyebut Tauto dan Megono. Bicara lokasi kuliner ala Pekalongan kita akan menyebut Soto Tjarlam dan Pindang tetel Masduki. Hanya itukah kuliner Pekalongan ?. Rasanya saat ini kita harus menambahkan   lagi ikon baru di  peta kuliner Pekalongan . ”Pondok makan PringWulung”, satu pondok makan yang digagas hasil kumpul-kumpul warga Askarlo – Pekalongan.

”Selama ini kami yang tergabung dalam wadah Askarlo kalau akan membuat dan membahas rencana acara ataupun  program Askarlo selalu berpindah-pindah tempat, dari warung satu kewarung lainnya, dari café satu kecafe lainnya, dari rumah satu kerumah lainnya seperti kelompok nomand (= pengembara) atau nomadism (= mengembara, berkelana), akhirnya timbul keinginan membuat tempat yang tetap sekaligus produktif yaitu membuat Café”. Begitu kata Pak Haji Falah memberi penjalasan niat awal mendirikan unit usaha rumah makan, saat berbincang ringan dengan nya. Berangkat dari ide inilah rekan-rekan Askarlo Pekalongan, membagi penyertaan modal bersama dan sepakat meminta Pak Haji Falah menjadi manager di Pondok Makan PringWulung.

”Modal awal Rp 76.500.000,- kita bagi sesuai kemauan dan kesedian rekan untuk  nguruni, terkumpul beberapa rekan seperti sebut, Tejo, Norma Ariyani, A. Halim, Budi Hanoto, Intan, H. Subarno, Wibisono, Supriyadi dan Rosichun Os”l. Demikian lebih lanjut Pak Falah menjelaskan dengan menyebut nama-nama rekan yang tergerak untuk ikut penyertaan modal.

Ide awalnya memang membuat sebuah cafe, tapi akhirnya yang siap dihadirkan untuk warga Pekalongan adalah sebuah pondok makan, tentang perubahan gagasan ini Pak Falah berujar : ”Sebab kalau Cafe (untuk ukuran Pekalongan) pengunjungnya sangat terbatas dan hanya orang-orang tertentu saja yang mau masuk ke Cafe, sedangkan saya maunya semua kalangan bisa masuk,  seperti remaja, dewasa, orangtua, sendirian, berdua, Kyai, Ustadz, rombongan atau sekeluarga, jadi tidak canggung dan kesannya kalau malam pergi ke Pondok Makan nampaknya pantas dan kesannya positip dibanding malam pergi ke Cafe nampak seperti kurang pantas (tapi ini hanya kesan pribadi saja)”.

Akhirnya dipilihlah nama Pondok makan Pring Wulung, sebuah nama yang unik. Pring Wulung sendiri adalah nama jenis Bambu, nama PringWulung sendiri konon diambil dari repotnya mencari PringWulung saat pembuatan Angkruk (tempat terlindung untuk duduk terbuat dari bambu), nama yang unik, nama yang akrab didengar, nama yang terasa jawa, dekat dengan alam, dan mudah diingat.

Menunya..?
Nah ini yang luar biasa..., ada 35 menu tersaji, menu yang beragam ini memang upaya, untuk bisa menjaring tamu dari berbagai golongan. Tata lokasinya sendiri menarik perpaduan antara cafe dan Pondok makan. Varias menu yang melimpah ini adalah upaya untuk memperluas target pasar pengunjung,  Untuk kantong anak-anak sekolah ada tersedia bakso dan kentang goreng, untuk keluarga dan yang berkantong tebal tersaji juga menu sop buntut, berbagai seafood maupun ayam
Mau tahu menu lain yang ditawarkan ?, Sop iga bakar, oseng jamur lombok ijo udang pete, Rajungan Asam pedas, bebek goreng special, gado-gado sampai beef steak juga disiapkan dan masih berpuluh menu lain nya.

Ketika kami bertanya ke Pak Falah, Apa yang jadi menu andalan Pondok makan Pring Wulung  ?
” Kalau menu andalan terus terang saya sulit untuk menjawab sebab  menunya enak semua, jadi semua ya andalan, berbagai macam Seafood goreng maupun bakar ya enak, Ayam bakar maupun goreng ya enak (Ayamnya memang pakai Ayam Kampung) sop buntut ya enak, bakso ya enak, Nasi goreng, kwetiaw, mie semua enak, jadi 35 macam menu memang enak semua dan menjadi andalan semua yaqin po'o Kang”.  Itulah jawaban Kang Falah, dan memang ketika mencicipi menu yang tersaji semua terasa enak dan mantab.
Bagaimana dengan minumnya ?, luar biasa...., PringWulung menyiapkan 22 jenis minuman, untuk jenis minuman panas tersedia  dari teh panas biasa sampai cappucino panas, untuk jenis minuman dingin tersedia dari es teh sampai  juice Guava Berry.

Pringwulung memang menyediakan menu, cara penyajian, dan kualitas makanan yang berbeda dari kebanyakan cafe atau rumah makan lain di Pekalongan. Paduan Cafe dan pondok makan serta pilihan menu yang beragam adalah nilai jual yang bisa dicoba para penikmat kuliner ketika berkunjung ke Pekalongan.

Pengunjung Cafe Atrium – Pekalongan tentu berbeda dengan pengunjung pindang tetel Masduki, tapi pengunjung dua tempat yang berbeda ini bisa dipenuhi dan dimanjakan di Pondo Makan PringWUlung, menu yang beragam jelas tidak membosankan, beberapa orang yang ”agak enggan ” ke cafe pun,  bisa ikut menikmati makan malam bersama tanpa segan disini, apalagi saat malam hari, pondok Pringwulung pun bisa tampil dengan kesan indah dan romantis dengan cahaya lampu yang warna-warni di seputar angkruk, Pring Wulung tampil beda dibanding dengan kebanyakan tempat makan lain di Pekalongan.

Meskipun diawali dengan semangat pertemanan, tapi Pondok makan Pring Wulung dikelolan dengan semangat kewirausahaan  yang sungguh – sungguh
”Usaha ini murni bisnis jadi kedepannya yang kami harapkan terutama saya pemegang saham terbesar ya tetap survive, mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya tapi tetap kualitas rasa harus terjaga jadi harapannya ya sukses, sukses dan sukses”. Begitu Pak Haji Falah menutup pembicaraan

Penasaran dengan Pondok Makan Pring Wulung, sebagai ikon baru kuliner Pekalongan ? ini alamat nya :
Jalan Wachid Hasyim Keputran Gg 4/3 Pekalongan. Catat di pengingat anda dan bila sedang ada di Pekalongan, mampirlah

Jika anda datang di bulan February 2010 ini, Pondok makan PringWulung memberi potongan harga 10 %.


Makan yuuuk.....