Home Review Review : My Name is Khan

Who's Online

We have 18 guests online

Statistics

Content View Hits : 17427

Login Form



Review : My Name is Khan PDF Print E-mail
Written by Aan Juanda   
Sunday, 28 February 2010 09:58

An ordinary man, an extra ordinary journey for Love.

Jenis Film :Drama
Produser :Hiroo Yash Johar, Gauri Khan

Sutradara : Karan Johar
Durasi     :161menit

Pemain :

Shahrukh Khan
Kajol
Shabani Asmi

Sonya Jehan

Penulis :Shibani Bathija

"My Name is Khan, and I am not a terorist", kata yang berulang diucapkan dan ingin disampaikan oleh Riswan Khan, seorang muslim dan seorang penderita Autis,  kepada Presiden Amerika, sebagai satu niat dan janji yang harus ditepati kepada Mandira sang istri yang sangat dicintai, niat yang  mendorongnya melakukan perjalanan melewati kota-kota Amerika untuk menemui sang Presiden.

Film Bolywood sentuhan sutradara Karan Johar ini, bercerita tentang tiga tema utama , cinta sejati antara Riswan Khan dan Mandira, sindrom asperger yang diderita oleh Riswan Khan sehingga dia mengalami kesulitan berkomunikasi dengan lingkungan sosialnya namun jujur dan mampu memperbaiki segala jenis barang dan sikap rasis masyarakat Amerika pasca peristiwa 9/11.  Karan Johar sang sutradara  mampu meramu ketiga hal tersebut menjadi sangat menarik dan saling menguatkan.

"Manusia itu ada dua, manusia baik,  adalah manusia yang melakukan hal yang baik-baik, dan manusia buruk, adalah  manusia yang melakukan hal yang buruk-buruk, dan itu terlepas dari  apakah manusia itu penganut Hindu atau Muslim", Nilai inilah yang ditanamkan seorang  ibu dari sebuah keluarga kelas menengah yang tinggal di Borivalli Mumbai kepada anaknya, Riswan Khan kecil penderita sindrom Asperger (dimainkan dengan bagus oleh Tanay Chheda). Kelainan Autis yang di derita Riswan menyebabkan sang ibu memberi perhatian khusus dan berbeda hingga  menimbulkan kecemburuan kepada Zakir saudara sekandung Riswan. Zakir  yang akhirnya pergi meninggalkan keluarganya untuk kuliah di Amerika dan membangun usaha kosmetik di sana.

Setelah orang tuanya meninggal Zakir yang sudah menikah dengan Hazeena seorang muslim yang taat dan seorang psikolog, mengajak Riswan untuk tinggal di Amerika. Riswan akhirnya bekerja di tempat Zakir sebagai penjual kosmetik dari salon ke salon. pekerjaan yang mempertemukan cinta Riswan pada Mandira seorang perempuan Hindu dengan satu anak bernama Sameer dari pernikahan sebelumnya. Meskipun zakir pada awalnya menentang cinta mereka karena perbedaan agama,  tetapi Riswan dan Mandira akhirnya menikah dan tinggal di kota Banville. Mandira  membuka salon dengan banyak pengunjung. Mereka tinggal bersebelahan dengan keluarga  wartawan dengan seorang anak bernama Reese. Kedua anak mereka, Reese dan Sameer bersahabat. mereka hidup normal. Semenjak perkawinan itu Sameer menggunakan nama keluarga Khan, sebuah nama yang identik dengan  keluarga muslim.

Persoalan mulai muncul setelah peristiwa 9/11, peristiwa yang menyudutkan umat islam, dan menumbuhkan sikap anti dan curiga masyarakat Amerika kepada kaum muslim, bahkan di beberapa bagian memunculkan sikap kebencian yang menjadi perilaku rasis.

Salon milik Mandira pun menjadi sepi pengunjung. Pada saat yang bersamaam tetangga mereka yang  wartawan meninggal saat meliput perang di Afganistan. Perilaku tak bersahabat pun mulai dirasakan oleh Sameer di sekolahnya, bahkan Reese sahabatnya pun mulai bersikap memusuhi Sameer. Lewat satu pertengkaran antara Sam dan Reese di lapangan sekolah ,pertengkaran yang melibatkan kelompok pemuda lain, berakhir dengan penganiayaan terhadap Sam,  lantaran Sam berasal dari keluarga muslim. Meskipun Reese sudah coba untuk melerai perkelahian tak seimbang  antara Sameer dan kelompok pemuda itu, perkelahian terus melanjut, perkelahian yang tanpa mereka sadari menyebankan Sameer meninggal, dan membuat para pengroyok pergi menghilangkan jejak.

Duka yang dalam kehilangan Sam membuat Mandira begitu terpukul, Madira berpikir karena identitas Khan yang muslim itulah menjadi penyebab kematian anaknya dan membuat perkawinannya menjadi berantakan, padahal mereka adalah seorang Hindu. Seandainya mereka tidak menggunakan nama keluarga Khan dan tetap menjadi seorang Hindu, Mandira berpikir Sam masih tetap hidup, kemarahan itulah yang membuat Mandira dalam satu pertengkaran mengusir Riswan.
"Apa yang membuat saya boleh kembali menjadi bagian dari hidupmu", begitu kata Riswan. Dalam keadaan marah Mandira mengatakan, Riswan boleh kembali setelah menyatakan kepada warga Amerika dan Presiden Amerika  bahwa dia adalah Khan, dan dia bukan teroris. Cinta dan keluguan Khan membawanya dalam perjalan untuk menemui sang Presiden memenuhi janjinya kepada Mandira untuk menyampaikan sepenggal kata ini " My name is Khan, I am not a terorist".

Perjalanan di awali di Bandara San Fransisco. Lantaran Khan mengucapkan zikir saat berada di antrian  boarding, membawanya berurusan dengan keamanan bandara, karena ucapan yang disampaikan menimbulkan kecurigaan. Khan dibebaskan setelah tidak terbukti berbahaya. Pemeriksaaan yang membuat dia menjadi terlambat melakukan penerbangan dan memutuskan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Bus.

Perjalanan dengan Bus membawanya ke Georgia untuk menemui George W. Bush, perjalanan yang membawanya bertemu Mama Jenny. Di Los Angeles saat Riswan akan melakukan Sholat di sebuah masjid,  tanpa sengaja dia mendengar retorika provokatif yang diucapakan  Faisal Rachman, Riswan Khan melaporkan Faisal Rachman kepada FBI namun tidak mendapat tanggapan saat itu.

Saat berada di kerumunan orang yang menanti President George W. Bush, Riswan berulang meneriakkan "Nama saya Khan, dan saya  bukan terorist", teriakan yang memancing salah satu media yang meliput untuk mengambil gambarnya sepintas, teriakan yang akhirnya salah ditafsirkan oleh petugas keamanan sehingga dia ditangkap dengan tuduhan Teroris. Tuduhan yang memaksanya menjalani pemerikasaan dan penyiksaan sebagai tersangka teroris selama 15 hari tanpa bukti. Khan akhirnya dibebaskan atas bantuan kampanye media oleh wartawan yang sempat mengambil sepintas gambarnya.

Selepas dari tuduhan, Khan mendengar berita tentang badai yang menghantam Georgia, berita yang mendorong Khan kembali ke Georgia untuk menemui Mama Jenny dan anaknya untuk  memberikan pertolongan. Perilaku Khan yang ikut membantu membangun gereja yang runtuh akibat badai mulai mendapat perhatian media, perilakunya itu juga mendorong warga muslim di sekitar untuk ikut memberikan bantuan. Liputan media tentang nya menyebabkan Khan bisa bertemu kembali dengan Mandira. 
Berkat bantuan Mandira,  Khan bisa bertemu dengan Presiden  Barack Obama yang saat itu sudah menggantikan George W. Bush sebagai presiden Amerika.

Menonton Film berdurasi 161 Menit saya terkagum akan keberanian produser untuk mengambil tema ini, tema yang agak beresiko dan menimbulkan kontroversial bila di buat tidak dengan ke hati-hatian, lewat Film ini Shahrukh Khan (yang memerankan Riswan Khan) bermain sangat bagus memerankan seorang  Autis, (sungguh perannya mengingatkan saya kepada, peran briliant Tom Hanks di Film  Forest Gump).  peran yang mampu menyampaikan pesan kepada dunia tentang islam yang penuh cinta dan ketulusan berkorban tanpa memandang agama. peran yang mampu menjembatani hubungan islam dan kristen di belahan dunia tertentu yang masih saling diliputi kecurigaan.
Sebuah film tentang perbedaan pilihan agama,  namun dibuat tanpa harus berkesan memberi nilai lebih bagi satu agama tertentu  dan memberi nilai kurang bagi agama  lainnya.

Beberapa adegan dalam film ini mampu menggugah emosi dan perasaan saya ,adegan Riswan memberi kesaksian tentang  Sam di acara gereja di lingkungan Mama Jenny tinggal  saat menyelenggarakan acara penghormatan bagi korban perang Afganistan. sangat menggugah. Shahrukh Khan luar biasa memerankan Riswan Khan ,bercerita tentang Sam  nyaris tanpa ekspresi lantaran autisme nya. sungguh sangat ekspresif bagi penonton.

An ordinary man, an extra ordinary journey for Love.
Satu Film India yang mampu berdiri sejajar dengan film-film Hollywood pencetak box office, tanpa harus meninggalkan warna lokal film Bollywood,  paling tidak ketika menggambarkan tentang drama cinta Riswan dan Mandira.

Film ini bagus dulur ...., tontonlah...

Salam,

Aan Juanda

Note :
Terimakasih untuk Key.., sahabatku, (seorang keturuanan Indonesia Timur dan Katolik yang taat), yang telah khusus menelpon dan meminta saya menonton film ini).

(Gambar penunjang diambil dari official web site, My Name is Khan, untuk pelengkap review dan tanpa kepentingan lain)

 

 

Add comment


Security code
Refresh