| Review : My Name is Khan |
|
|
|
| Written by Aan Juanda |
| Sunday, 28 February 2010 09:58 |
|
An ordinary man, an extra ordinary journey for Love. Jenis Film :Drama Sutradara : Karan Johar Pemain : Shahrukh Khan Sonya Jehan Penulis :Shibani Bathija
Film Bolywood sentuhan sutradara Karan Johar ini, bercerita tentang tiga tema utama , cinta sejati antara Riswan Khan dan Mandira, sindrom asperger yang diderita oleh Riswan Khan sehingga dia mengalami kesulitan berkomunikasi dengan lingkungan sosialnya namun jujur dan mampu memperbaiki segala jenis barang dan sikap rasis masyarakat Amerika pasca peristiwa 9/11. Karan Johar sang sutradara mampu meramu ketiga hal tersebut menjadi sangat menarik dan saling menguatkan. "Manusia itu ada dua, manusia baik, adalah manusia yang melakukan hal yang baik-baik, dan manusia buruk, adalah manusia yang melakukan hal yang buruk-buruk, dan itu terlepas dari apakah manusia itu penganut Hindu atau Muslim", Nilai inilah yang ditanamkan seorang ibu dari sebuah keluarga kelas menengah yang tinggal di Borivalli Mumbai kepada anaknya, Riswan Khan kecil penderita sindrom Asperger (dimainkan dengan bagus oleh Tanay Chheda). Kelainan Autis yang di derita Riswan menyebabkan sang ibu memberi perhatian khusus dan berbeda hingga menimbulkan kecemburuan kepada Zakir saudara sekandung Riswan. Zakir yang akhirnya pergi meninggalkan keluarganya untuk kuliah di Amerika dan membangun usaha kosmetik di sana. Setelah orang tuanya meninggal Zakir yang sudah menikah dengan Hazeena seorang muslim yang taat dan seorang psikolog, mengajak Riswan untuk tinggal di Amerika. Riswan akhirnya bekerja di tempat Zakir sebagai penjual kosmetik dari salon ke salon. pekerjaan yang mempertemukan cinta Riswan pada Mandira seorang perempuan Hindu dengan satu anak bernama Sameer dari pernikahan sebelumnya. Meskipun zakir pada awalnya menentang cinta mereka karena perbedaan agama, tetapi Riswan dan Mandira akhirnya menikah dan tinggal di kota Banville. Mandira membuka salon dengan banyak pengunjung. Mereka tinggal bersebelahan dengan keluarga wartawan dengan seorang anak bernama Reese. Kedua anak mereka, Reese dan Sameer bersahabat. mereka hidup normal. Semenjak perkawinan itu Sameer menggunakan nama keluarga Khan, sebuah nama yang identik dengan keluarga muslim. Persoalan mulai muncul setelah peristiwa 9/11, peristiwa yang menyudutkan umat islam, dan menumbuhkan sikap anti dan curiga masyarakat Amerika kepada kaum muslim, bahkan di beberapa bagian memunculkan sikap kebencian yang menjadi perilaku rasis. Salon milik Mandira pun menjadi sepi pengunjung. Pada saat yang bersamaam tetangga mereka yang wartawan meninggal saat meliput perang di Afganistan. Perilaku tak bersahabat pun mulai dirasakan oleh Sameer di sekolahnya, bahkan Reese sahabatnya pun mulai bersikap memusuhi Sameer. Lewat satu pertengkaran antara Sam dan Reese di lapangan sekolah ,pertengkaran yang melibatkan kelompok pemuda lain, berakhir dengan penganiayaan terhadap Sam, lantaran Sam berasal dari keluarga muslim. Meskipun Reese sudah coba untuk melerai perkelahian tak seimbang antara Sameer dan kelompok pemuda itu, perkelahian terus melanjut, perkelahian yang tanpa mereka sadari menyebankan Sameer meninggal, dan membuat para pengroyok pergi menghilangkan jejak. Duka yang dalam kehilangan Sam membuat Mandira begitu terpukul, Madira berpikir karena identitas Khan yang muslim itulah menjadi penyebab kematian anaknya dan membuat perkawinannya menjadi berantakan, padahal mereka adalah seorang Hindu. Seandainya mereka tidak menggunakan nama keluarga Khan dan tetap menjadi seorang Hindu, Mandira berpikir Sam masih tetap hidup, kemarahan itulah yang membuat Mandira dalam satu pertengkaran mengusir Riswan. Perjalanan di awali di Bandara San Fransisco. Lantaran Khan mengucapkan zikir saat berada di antrian boarding, membawanya berurusan dengan keamanan bandara, karena ucapan yang disampaikan menimbulkan kecurigaan. Khan dibebaskan setelah tidak terbukti berbahaya. Pemeriksaaan yang membuat dia menjadi terlambat melakukan penerbangan dan memutuskan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Bus. Perjalanan dengan Bus membawanya ke Georgia untuk menemui George W. Bush, perjalanan yang membawanya bertemu Mama Jenny. Di Los Angeles saat Riswan akan melakukan Sholat di sebuah masjid, tanpa sengaja dia mendengar retorika provokatif yang diucapakan Faisal Rachman, Riswan Khan melaporkan Faisal Rachman kepada FBI namun tidak mendapat tanggapan saat itu. Saat berada di kerumunan orang yang menanti President George W. Bush, Riswan berulang meneriakkan "Nama saya Khan, dan saya bukan terorist", teriakan yang memancing salah satu media yang meliput untuk mengambil gambarnya sepintas, teriakan yang akhirnya salah ditafsirkan oleh petugas keamanan sehingga dia ditangkap dengan tuduhan Teroris. Tuduhan yang memaksanya menjalani pemerikasaan dan penyiksaan sebagai tersangka teroris selama 15 hari tanpa bukti. Khan akhirnya dibebaskan atas bantuan kampanye media oleh wartawan yang sempat mengambil sepintas gambarnya. Selepas dari tuduhan, Khan mendengar berita tentang badai yang menghantam Georgia, berita yang mendorong Khan kembali ke Georgia untuk menemui Mama Jenny dan anaknya untuk memberikan pertolongan. Perilaku Khan yang ikut membantu membangun gereja yang runtuh akibat badai mulai mendapat perhatian media, perilakunya itu juga mendorong warga muslim di sekitar untuk ikut memberikan bantuan. Liputan media tentang nya menyebabkan Khan bisa bertemu kembali dengan Mandira. Menonton Film berdurasi 161 Menit saya terkagum akan keberanian produser untuk mengambil tema ini, tema yang agak beresiko dan menimbulkan kontroversial bila di buat tidak dengan ke hati-hatian, lewat Film ini Shahrukh Khan (yang memerankan Riswan Khan) bermain sangat bagus memerankan seorang Autis, (sungguh perannya mengingatkan saya kepada, peran briliant Tom Hanks di Film Forest Gump). peran yang mampu menyampaikan pesan kepada dunia tentang islam yang penuh cinta dan ketulusan berkorban tanpa memandang agama. peran yang mampu menjembatani hubungan islam dan kristen di belahan dunia tertentu yang masih saling diliputi kecurigaan. Beberapa adegan dalam film ini mampu menggugah emosi dan perasaan saya ,adegan Riswan memberi kesaksian tentang Sam di acara gereja di lingkungan Mama Jenny tinggal saat menyelenggarakan acara penghormatan bagi korban perang Afganistan. sangat menggugah. Shahrukh Khan luar biasa memerankan Riswan Khan ,bercerita tentang Sam nyaris tanpa ekspresi lantaran autisme nya. sungguh sangat ekspresif bagi penonton. An ordinary man, an extra ordinary journey for Love. Film ini bagus dulur ...., tontonlah... Salam, Aan Juanda Note : (Gambar penunjang diambil dari official web site, My Name is Khan, untuk pelengkap review dan tanpa kepentingan lain)
|



"My Name is Khan, and I am not a terorist", kata yang berulang diucapkan dan ingin disampaikan oleh Riswan Khan, seorang muslim dan seorang penderita Autis, kepada Presiden Amerika, sebagai satu niat dan janji yang harus ditepati kepada Mandira sang istri yang sangat dicintai, niat yang mendorongnya melakukan perjalanan melewati kota-kota Amerika untuk menemui sang Presiden.