Home Jalan-Jalan, Lifestyle, Kuliner Mau makan di C’pox?

Who's Online

We have 10 guests online

Statistics

Content View Hits : 17299

Login Form



Mau makan di C’pox? PDF Print E-mail
Written by Baratadewa Sakti   
Wednesday, 09 June 2010 04:23

MENCARI makanan eksotis dengan cita rasa nan tak terlupakan, tidaklah sulit jika anda berkunjung ke Purwokerto, Ibukota Kabupaten Banyumas. Warung makan dengan sederet nama terkenal, restoran dengan sajian memukau ada di hampir setiap tikungan jalan, bahkan hingga ke pelosok kampung pun banyak ditemukan.

Mereka berlomba menggugah selera tetamunya. Salah satunya, yakni Waroeng C’Pox (Cikebrok Pojox) di desa Cikebrok, Jl Kol.Sugiri, Purwokerto. Waroeng milik mbakyu Tri Apsari atau dikenal dengan mba N’ting yg notabene sebagai salah satu Askarlo’er kita yg berdomisili pada wilayah Masbarlingcakeb ini merancang suasana sedemikian sehingga di sini tamu bisa menikmati kuliner eksotis dan unik yang hanya satu-satunya di kota Purwokerto sambil memandang keramaian pengguna jalan yg lalu lalang. Maklumlah karna posisinya yg strategis di pusat kota, berada dekat pusat pemerintahan dan sekolah.

Purwokerto yang dikenal sebagai kota dengan aneka produk budaya juga terkenal dengan aneka ragam jenis makanannya yang khas. Khas karena makanan tersebut hanya berada atau berasal dari daerah ini. Ada mendoan, getuk goreng sokaraja, dll.

Kalau kebetulan sedang di Purwokerto, pastilah mengenal jalan Kol.Sugiri. Pada jalan ini dalam jarak tempuh 500 meter dari jalan utama (Jl Jend. Soedirman) ada Warung Dhahar C’Pox.

Di Waroeng Dhahar C’Pox ini memang tidak hanya menyediakan jenis menu ‘tradisional’ saja, bahkan bisa membuat orang berkerut kening ketika mendengar karena ingin segera menyantapnya. Misalnya, ada jenis menu Nasi Goreng yang disajikan spesial dengan telur dan tumis daging. Ada pula Empek-Empek Palembang dengan berbagai menu,  Kapal Selam berisi telur dan ikan tengiri; Lenjer dan sebagainya.

Di Purwokerto memang ada beragam jenis warung dan restoran yang menyajikan menu dari beragam makanan khas daerah. Waroeng Dhahar C’Pox, tampaknya hendak melakukan eksplorasi pada menu-menu yang ‘dilupakan’, atau mungkin, menu yang ‘kurang lazim’ untuk restoran. Atau sesungguhnya, bisa pula dimengerti, menu di “C’Pox” adalah upaya untuk mengenali kultur konsumsi warga Purwokerto, yang ditapaki pada makanan. Karena, dari makanan, orang bisa mengenali jenis kultur satu masyarakat tertentu.

Misalnya saja menu “IFu-Mie” yang terdiri atas bakso sohun dan kuah mie. Menu ‘Ifu-Mie’, satu porsi, termasuk sepiring nasi hanya seharga Rp 7000,-. Akan lebih terasa nendang lagi rasanya, jika dalam menikmati menu tersebut disertai Juice Buah Jambu, atau jenis minuman lainnya.

Bagaimana dengan Ayam Goreng atau Bakarnya? Rasanya, orang sudah mengenal dan mudah mencari daging ayam goreng/bakar. Namun mungkin, jarang menemukan daging di Waroeng Dhahar C’Pox yg empuk sehingga tidak repot mengunyahnya.

Bagi kaum muda, apalagi remaja yang ‘tidak mengenal’ menu etnik, karena terbiasa dengan menu global. Ada baiknya mencoba di Waroeng Dhahar C’Pox agar mengenali “menu khas” untuk memahami kekinian. Dari menu makanan hal seperti itu bisa ditempuh. Dan Waroeng Dhahar C’Pox adalah start untuk menempuhnya.

Menu-menu andalan :
- Goreng Ayam
- Bakaran Ayam
- Empek-Empek Palembang
- Ifu-Mie
- Nasi Goreng Spesial
- Teh Poci
- Wedang Jahe
- Aneka Juice Buah