| Makhluk Biru Dari Pandora |
|
|
|
| Written by AJ |
| Wednesday, 30 December 2009 16:18 |
|
Review Film : Avatar 3D
Selain animasi yang dibuat begitu nyata, suguhan tayangan 3D yang dihasilkan pun hebat, konon film ini menggunakan teknologi generasi terbaru dari kamera stereoskopi, semacam gabungan dua kamera yang mempunyai perspektif yang berbeda tapi digabungakn bersama, sehingga kita mendapatkan pengalaman baru saat menontonnya. Ide film Avatar adalah gabungan dari cerita-cerita Sci-fi yang dibaca oleh penulisnya di masa kanak-kanak. Tahun 1994 selepas membuat film Titanic, James Cameron sang sutradara, mulai mengumumkan untuk membuat film Avatar, namun project ini tertunda karena keterbatasan teknologi yang tersedia saat itu. Dua belas tahun kemudian setelah teknologinya dianggap memungkinkan project film ini dilanjutkan memenuhi ambisi Cameron. Seperti di release secara resmi, film ini menghabiskan biaya 237 juta USD, atau setara 2,3 Triliyun. Bandingkan dengan film Sang pemimpi yang menelan biaya 1,1 M, artinya diperlukan biaya 2000 kali biaya untuk membuat Avatar dibanding membuat film Sang Pemimpi. Konon Sutradara sekaligus penulis Film ini James Cameron, menghadirkan team khusus untuk menghidupkan sosok makhluk Na’vi, makhluk biru bertotol putih berekor setinggi 3 meter, lengkap dengan budaya primitive yang humanis, perilakunya melompat dari pohon ke pohon dan berkendara burung angkasa. Sebegitu detailnya Cameron menyiapkan semuanya , “Bahasa Na’vi” pun di ciptakan khusus dan tidak asal bunyi, termasuk bagaimana makhluk Navi ini menangis. Planet Pandora tempat hidup makhluk navi, digambarkan sebagai hutan subur dan sungguh spektauler. Info terakhir dari Yahoo.com, Avatar telah membuat rekor Box office baru dalam sejarah perfilman. Film ini sendiri bercerita tentang ambisi manusia untuk menambang mineral adamantium yang berharga di Planet Pandora, sebuah planet cantik dihuni berbagai makhluk aneh, dari yang nampak sangat indah hingga yang menakutkan. Di Pandora ini, manusia tidak dapat hidup, kecuali menggunakan masker pelindung atau mengubah diri dalam bentuk makhluk setempat. Ambisi dan keserakahan mendorong manusia melakukan penyebuan ke planet Pandora, penyerbuan yang mendorong Jake untuk mengambil sikap, membantu manusia atau berada membela Navi. Usai menontonnya saya masih merenung, saya melihat paradigma baru dalam membuat dan melihat sebuah film, ya saya serasa menonton tontonan jenis baru bukan sebuah film. Jika anda belum menontonnya, saya menyarankan anda melihat versi 3D nya, untuk dapat merasakan pengalaman yang lebih baru.
|


