| Gus Dur Sempatkan Tandatangani Prasasti Masjid Syuhada |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Monday, 04 January 2010 13:28 |
|
â– Minta Didoakan Habib Luthfiy Menurut Sekretaris Yayasan Syuhada, Ahmad Slamet Irfan SH, prasasti tersebut sebenarnya sudah pernah ditandatangani Gus Dur tahun 2000, usai masjid diresmikan oleh Menko Polkam atau Mendagri saat itu, Soerjadi Soedirja. Namun, tak lama kemudian pecah. Karena itu, kemudian Ketua Umum Yayasan Syuhada Habib M Luthfiy Ali Yahya dan Wali Kota HM Basyir Ahmad, mengambil inisiatif untuk meminta kembali tanda tangan dari Gus Dur dan membawa prasasti ke kediaman guru bangsa itu di Ciganjur. ’’Kami ke kediaman Gus Dur selain minta tanda tangan juga mengharapkan beliau untuk memberikan ceramah di Masjid Asy Syuhada, dalam acara peringatan hari besar Islam 1431 Hijriyah,’’ katanya. Pada saat datang ke kediaman Gus Dur 13 Desember 2009, pengurus yayasan diterima malam hari, kemudian dijanjikan untuk kembali lagi usai shalat subuh dan prasasti akan ditandatangani. Pada kesempatan itu, Gus Dur menyampaikan permohonan maaf tidak bisa datang ke Pekalongan, karena tidak diperbolehkan dokter ke luar kota. Kemudian berpesan untuk disampaikan kepada Habib Luthfiy agar mendoakannya. ’’Jadi salah satu pesan yang disampaikan adalah meminta, agar Habib Luthfiy bisa mendoakannya. Itu pesannya kepada kami, dan mungkin prasasti Masjid Syuhada merupakan prasasti terakhir yang ditandatangani Gus Dur, di hari-hari terakhir,’’ jelas dia. (H52-15) Sumber: Suara Merdeka,04Januari 2010 |


