|
Written by Baratadewa Sakti
|
|
Wednesday, 09 June 2010 04:23 |
|
MENCARI makanan eksotis dengan cita rasa nan tak terlupakan, tidaklah sulit jika anda berkunjung ke Purwokerto, Ibukota Kabupaten Banyumas. Warung makan dengan sederet nama terkenal, restoran dengan sajian memukau ada di hampir setiap tikungan jalan, bahkan hingga ke pelosok kampung pun banyak ditemukan.
Mereka berlomba menggugah selera tetamunya. Salah satunya, yakni Waroeng C’Pox (Cikebrok Pojox) di desa Cikebrok, Jl Kol.Sugiri, Purwokerto. Waroeng milik mbakyu Tri Apsari atau dikenal dengan mba N’ting yg notabene sebagai salah satu Askarlo’er kita yg berdomisili pada wilayah Masbarlingcakeb ini merancang suasana sedemikian sehingga di sini tamu bisa menikmati kuliner eksotis dan unik yang hanya satu-satunya di kota Purwokerto sambil memandang keramaian pengguna jalan yg lalu lalang. Maklumlah karna posisinya yg strategis di pusat kota, berada dekat pusat pemerintahan dan sekolah.
|
|
|
Pondok Makan Pring Wulung Pekalongan |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Sunday, 21 February 2010 20:36 |
|
Menyebut nama kota Pekalongan, kita selalu akan teringat batik dengan sentra Batik Setono nya. Berbicara kuliner Pekalongan, kita akan menyebut Tauto dan Megono. Bicara lokasi kuliner ala Pekalongan kita akan menyebut Soto Tjarlam dan Pindang tetel Masduki. Hanya itukah kuliner Pekalongan ?. Rasanya saat ini kita harus menambahkan lagi ikon baru di peta kuliner Pekalongan . ”Pondok makan PringWulung”, satu pondok makan yang digagas hasil kumpul-kumpul warga Askarlo – Pekalongan.
”Selama ini kami yang tergabung dalam wadah Askarlo kalau akan membuat dan membahas rencana acara ataupun program Askarlo selalu berpindah-pindah tempat, dari warung satu kewarung lainnya, dari café satu kecafe lainnya, dari rumah satu kerumah lainnya seperti kelompok nomand (= pengembara) atau nomadism (= mengembara, berkelana), akhirnya timbul keinginan membuat tempat yang tetap sekaligus produktif yaitu membuat Café”. Begitu kata Pak Haji Falah memberi penjalasan niat awal mendirikan unit usaha rumah makan, saat berbincang ringan dengan nya. Berangkat dari ide inilah rekan-rekan Askarlo Pekalongan, membagi penyertaan modal bersama dan sepakat meminta Pak Haji Falah menjadi manager di Pondok Makan PringWulung.
|
|
Sedep Kalongan di Sudut Jakarta |
|
|
|
|
Written by Aan Juanda
|
|
Tuesday, 15 December 2009 14:31 |
|
Kangen “ngomah” Pekalongan ?, atau ingin bernostalgia dengan suasana Pekalongan di Jakarta ?.
Mongggo mampir di rumah makan ‘Tauto Pekalongan Nino’ di daerah Tebet depan Pasar PSPT Jakarta Selatan. Bangunan rumah makannya tidak terlalu besar, tapi begitu anda masuk kedalam, suasana Pekalongan akan sangat terasa. Pernik-pernik khas Pekalongan seperti memuaskan kerinduan akan kota batik di Pantai Utara Jawa ini. Dari Becak Pekalongan yang terparkir di pojok ruang, peta Pekalongan, serta Lambang kota Pekalongan ditata apik. Foto-foto yang menjadi penanda kota juga menghiasi dinding, kabar kegitan ‘ OPEK’ (Organisasi Orang Pekalongan) di Jakarta ada terpampang, tidak ketinggalan Poster dan kegiatan ‘ASKARLO’ (Organisasi Alumni SMA 1 Kartini Pekalongan) juga ada disini.
|
|
Written by Dian Spatikeswari
|
|
Saturday, 21 November 2009 08:04 |
|
Menapaki Semarang di waktu malam, membawa langkahku tak sekedar berhenti menikmati pusat keramaian kota, Simpang Lima. Hasrat untuk menikmati sisi lain kota membawa langkahku ke kawasan Perkampungan cina, di kawasan Pekojan. Satu kawasan yang siang hari merupakan Pusat pergerakan ekonomi di Semarang, satu kawasan perdagangan besar di Semarang, kawasan yang dipenuhi beraneka toko, dari toko kain, toko obat, toko emas, toko bahan bangunan, toko bahan kimia, toko bahan pokok dan perlengkapan rumah tangga, hingga Bank. Kawasan yang begitu sibuk di waktu siang, dengan hiruk pikuk truck pengangkut aneka barang, beserta teriakkan kuli panggul, sontak akan menghilang menjelang sore tiba.
|
|
Written by Aan (83)
|
|
Monday, 09 November 2009 17:02 |
|
Saya begitu antusias ketika akhir pekan yang lalu, seorang rekan menelpon saya dan mengajak
berpetualang rasa kuliner. Petualangan rasa yang sudah cukup lama tidak kami lakukan.
“yang ini khas, beda dari biasa, pernah mencoba Ikan patin bakar bambu, khas Kalimantan?” , begitu rekan saya ini coba membujuk.
”Apa ?, patin bakar bambu?”
Aha.....pucuk dicinta, mana ada makanan yang lebih saya sukai dari menu ikan Patin ini, ikan dengan daging lembut, dan nyaris tak ada duri kecilnya ini, ikan yang kaya asam lemak tak jenuh omega 3 yang konon baik untuk kesehatan. Apalagi ikan kesukaan saya ini dimasak dengan gaya berbeda ”bakar bambu”!, satu resep masak patin yang belum pernah saya coba.
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
|
Page 1 of 2 |