|
Written by Aan Juanda
|
|
Sunday, 28 February 2010 09:58 |
|
An ordinary man, an extra ordinary journey for Love.
Jenis Film :Drama
Produser :Hiroo Yash Johar, Gauri Khan
Sutradara : Karan Johar
Durasi :161menit
Pemain :
Shahrukh Khan
Kajol
Shabani Asmi
Sonya Jehan
Penulis :Shibani Bathija
"My Name is Khan, and I am not a terorist", kata yang berulang diucapkan dan ingin disampaikan oleh Riswan Khan, seorang muslim dan seorang penderita Autis, kepada Presiden Amerika, sebagai satu niat dan janji yang harus ditepati kepada Mandira sang istri yang sangat dicintai, niat yang mendorongnya melakukan perjalanan melewati kota-kota Amerika untuk menemui sang Presiden.
Film Bolywood sentuhan sutradara Karan Johar ini, bercerita tentang tiga tema utama , cinta sejati antara Riswan Khan dan Mandira, sindrom asperger yang diderita oleh Riswan Khan sehingga dia mengalami kesulitan berkomunikasi dengan lingkungan sosialnya namun jujur dan mampu memperbaiki segala jenis barang dan sikap rasis masyarakat Amerika pasca peristiwa 9/11. Karan Johar sang sutradara mampu meramu ketiga hal tersebut menjadi sangat menarik dan saling menguatkan.
|
|
|
Makhluk Biru Dari Pandora |
|
|
|
|
Written by AJ
|
|
Wednesday, 30 December 2009 16:18 |
|
Review Film : Avatar 3D
Jenis Film : Sci-Fi, Animasi
Produser : James Cameron, John Landau
Produksi : 20th Century Fox
Apa batas Imajinasi ?, langit…, langit adalah sesuatu yang tak berbatas, seperti langit, demikian juga imajinasi, ketika dibiarkan lepas tanpa dibatasi , imajinasi bisa berlari nyaris menembus batas pikir yang manusia punya. Bagaimana jika imajinasi di satukan dengan teknologi film terkini ? Avatar 3D jawabnya. Satu film sci-fi yang menggabungkan seni acting dan animasi, komputasi datanya mampu menghadirkan efek visual nan artisitik, hingga mampu menghadirkan imajinasi nyaris nyata hadir di depan mata kita. Setelah Star Wars, Lord of the Rings, bisa jadi Avatar 3D adalah tonggak terbaru inovasi dalam teknologi film (dan bisa jadi terdasyat, untuk saat ini, begitu kompas menulis).
|
|
Berteriaklah hai sang pemimpi, kita tak kan berhenti disini |
|
|
|
|
Written by Aan Juanda
|
|
Saturday, 19 December 2009 12:58 |
|
Review Film : Sang Pemimpi
Jenis Film :Drama
Produser :Mira Lesmana
Produksi :Miles Film & Mizan Productions
Durasi :128
Kembali Riri Riza & Mira Lesmana menunjukkan ke piawaiannya dalam membesut Novel Sang Pemimpi menjadi sebuah tontonan film yang menawan. Novel setebal 288 halaman ini mampu dipindahkan ke layar film menjadi tontonan berdurasi selama 128 menit tanpa kehilangan ruh semangat berjuang pantang menyerah seperti pesan kuat yang disampaikan dalam Novelnya. Meskipun Salman Aristo, Riri Reza dan Mira Lesmana sang penulis film melakukan penyesuaian terhadap Novel Sang Pemimpi , tapi penyesuaian ini tampak mencoba tidak mengubah terlalu banyak dari apa yang sudah ditulis Andrea. Pada novel nya kekuatan semangat tidak mudah menyerah, hadir hampir di setiap lembar yang kita baca, pada film nya, Mira Lesmana nampak berusaha untuk menghadirkan lebih kuat lagi, sisi keteguhan mimpi.
|
|
REVIEW BUKU PERAHU KERTAS DEE |
|
|
|
|
Written by bhawika
|
|
Monday, 09 November 2009 13:52 |
|
NOVEL PERAHU KERTAS
Judul Buku : Perahu Kertas
Penulis : Dewi “Dee” Lestari
Penerbit : Bentang Pustaka, 2009
Tebal : 444 hal.
Dee yang merupakan nama pena Dewi Lestari beberapa waktu yang lalu mengeluarkan sebuah novelnya terbaru berjudul Perahu Kertas..
Novel ini sendiri sebetulnya sebuah tulisan yang tersimpan cukup lama.. sekitar 11 tahun.. kemudian ditulis ulang dan beberapa tulisan disesuaikan kembali dengan keadaan sekarang.
Berbeda dengan novel-novel Dee sebelumnya, seperti Filosofi Kopi maupun Supernova, yang merupakan novel-novel dengan kategori "kelas berat", novel Dee kali ini lebih ringan tulisannya tapi tidak mengurangi bobotnya sebagai salah satu novel kelas atas.
Dengan mengambil tema Cinta dan Persahabatan, kisah ini dimulai dari kepindahan Keenan dari negeri Belanda ke Indonesia, Keenan, yang seorang indo (mamanya orang Belanda), bermaksud untuk meneruskan sekolahnya di Bandung atas dorongan papanya.
Dari situlah kemudian ia berkenalan dengan Kugy, seorang gadis yang lincah, eksentrik dan mempunyai cita-cita menjadi juru Dongeng.
|
|
Written by Aan Juanda
|
|
Thursday, 29 October 2009 17:51 |
|
Review : Sang Pemimpi
katagori : Novel
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
“Jelajahi kemegahan Eropa sampai ke Africa. Temukan berliannya budaya sampai ke Perancis. Langkahkan kakimu diatas alter suci almamater terhebat tiada tara : Sorbonne” (Sang Pemimpi: hal 73)
Begitu pesan Pak Belia, Guru Sastra SMA Mangai di Belitung, pesan yang kuat menginspirasi , pesan yang begitu dalam terekam hingga melahirkan mimpi-mimpi dan mendorong tekat untuk bisa mencapainya.
“Pada saat itulah, Aku, Arai dan Jimbron menkristalisaiskan harapan agung kami, dalam satu statement yang sangat ambisius: Cita-cita kami adalah ingin sekolah ke Perancis! Ingin menginjakkan kaki di altar suci Sorbonne” (Sang Pemimpi : hal 73).
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
|
Page 1 of 2 |